Beranda

Kamis, 25 April 2019

SI LEPRA, SI BOTAK DAN SI BUTA


SI LEPRA, SI BOTAK DAN SI BUTA


Sebagian orang menganggap bahwa sukses itu adalah memiliki rumah yang megah, memiliki gaji yang banyak, kendaraan yang keren, punya usaha dimana-mana dan macam-macam bentuknya. Pokoknya semua kesenagan di dunia ini bisa didapatkan. Entah bagaimana caranya. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang menghalalkan segala cara agar bisa disebut sebagai orang yang sukses.

Dalam Islam, sukses yang sebenarnya bukanlah tentang duniawi saja. Dalam Islam, keberhasilan seseorang tidak diukur dari banyaknya keuntungan harta yang dia dapatkan, atau seberapa tingginya jabatan yang dia peroleh. Tetapi, sukses yang benar adalah : 


وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS At Taghabun : 16)

Dalam sebuah Hadist riwayat Bukhari sangat jelas dikisahkan bagaimana sikap yang benar, yang ditunjukkan oleh orang beruntung (mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat) seperti ayat ke 16 Surat At Taghabun tadi.

Ada tiga orang dari bangsa bani israil yang masing-masing mengidap penyakit lepra (penyakit kulit), berkepala botak dan matanya buta. Allah hendak menguji ketiga orang ini dengan mengutus malaikat kepada mereka. Pertama, malaikat mendatangi orang yang lepra dengan berkata, “Apakah yang paling kamu sukai?”. Orang yang lepra itu menjawab, “Warna yang bagus, kulit yang bagus dan apa yang menyebabkan orang-orang mengejekku ini hilang dariku”. Malaikat kemudian mengusap orang lepra tadi sehingga hilanglah penyakit lepranya. Kulitnya sekarang menjadi bagus dan halus. Kemudian malaikat bertanya untuk kedua kalinya, “Harta apakah yang paling kamu sukai?”. Orang itu menjawab, “Unta”. Dan malaikat pun memberinya seekor unta yang besar sambil mendoakannya, “Semoga Allah memberkahimu dengan unta ini”.

Selanjutnya, malaikat mendatangi orang yang berkepala botak. Kemudian bertanya, “Apakah sesuatu yang paling kamu sukai?”. Orang yang botak tadi menjawab, “Rambut yang indah dan apa yang menyebabkan orang mengejekku ini hilang”. Malaikat kemudian mengusap orang botak tadi sehingga tumbuh rambut di kepalanya dengan indah dan menawan. Malaikatpun bertanya untuk kedua kalinya, “Harta apakah yang paling kamu sukai?”. Orang itu menjawab, “Sapi”. Dan malaikat pun memberinya seekor sapi yang besar sambil mendoakannya, “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini”.
Terakhir, malaikat mendatangi orang yang matanya buta. Kemudian bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti kedua orang tadi, “Apakah sesuatu yang paling kamu sukai?”. Orang buta itu menjawab, “Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku bisa melihat orang-orang”. Malaikat pun mengusapnya dan seketika itu matanya terbuka dan ia bisa melihat. Kemudian malaikat bertanya untuk kedua kalinya, “Lalu harta apakah yang paling kamu sukai?”. Ia menjawab, “Domba”. Malaikat pun memberinya seekor domba yang sedang melahirkan.

Malaikat menguji ketiga orang tadi dengan perlakuan yang sama. Mengabulkan permintaannya dan memberi harta yang disukainya. Setelah beberapa lama kemudian, seorang dari mereka memiliki satu bukit unta, seorang lainnya memiliki satu bukit sapi dan seorang lagi memiliki satu bukit domba.

Setelah mereka berhasil dengan usahanya masing-masing, malaikat penguji tadi kembali mendatangi orang yang asalnya terkena penyakit lepra, dengan wujud seorang laki-laki yang sedang mengidap lepra. Malaikat itu berkata, “Aku adalah orang yang miskin, bekalku habis di tengah perjalanan. Hari ini tidak ada lagi yang bisa ku minta pertolongan, kecuali kepada Allah lalu kepada dirimu. Aku minta kepadamu demi (Allah) Dzat yang telah memberimu warna yang indah, kulit yang indah dan harta. Akui minta satu unta saja cukup untuk melanjutkan perjalananku”. Ia keberatan dengan permintaan malaikat tadi, “Tapi kebutuhanku banyak sekali”. Malaikat melanjutkan perkataanya, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah kamu dulu juga mengidap penyakit lepra sepertiku ini, sehingga sering diejek orang dan kamu juga dulunya miskin? Kemudian Allah menganugerahimu harta sampai kamu kaya seperti ini?”. Tetapi ia mengatakan kepada malaikat, “Ini semua adalah warisan dari orang tuaku”. Malaikat pun berlalu sambil berkata kepadanya, “Jika kamu berbohong, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula”.

Kemudian, malaikat mendatangi orang yang semula berkepala botak. Malaikat bertanya dengan pertanyaan yang sama dan berperilaku sebagai seorang yang kepalanya botak. Jawaban dari orang yang semula botak ini pun sama dengan jawaban orang yang semula mengidap lepra. Malaikat pun mendoakannya dengan doa yang sama kepada orang yang semula botak ini, “Jika kamu berbohong, semoga Allah menjadikanmu seperti semula”.

Terakhir, malaikat mendatangi orang yang semula matanya buta dengan bentuk seorang laki-laki yang buta. Malaikat juga melakukan hal yang sama seperti kedua orang yang telah didatangi sebelumnya. Namun, orang yang terakhir ini memberikan jawaban yang berbeda. Ia mengatakan kepada malaikat, “Dahulu mataku buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambilah dombaku ini sesukamu. Demi Allah hari ini aku tidak akan melarangmu mengambil domba itu karena Allah”. Mendengar jawaban ini, malaikat berkata, “Milikilah hartamu ini. Sebenarnya kalian telah diuji. Allah telah meridhoimu dan murka kepada dua orang sahabatmu yang lain”.

Jika kita perhatikan, orang yang semula buta ini telah berhasil lulus ujian dari Allah. Mereka semula sama-sama miskin dan penyakitan. Kemudian, semua Allah beri kesembuhan dan menjadi orang yang kaya raya. Tetapi akhir kisah yang berbeda dari ketiga orang tadi. Hanya seorang yang lulus berhak mendapatkan ridho Allah SWT sebagai tiket untuk masuk ke surganya Allah di akhirat nanti. Inilah arti kesuksesan yang sesungguhnya. Sukses yang selama-lamanya dan tidak akan pernah habis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NINGKATAKEN AMAL ING WULAN SYA'BAN

  NINGKATAKEN AMAL ING WULAN SYA'BAN إنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْ...