SI LEPRA, SI BOTAK DAN SI BUTA
Sebagian
orang menganggap bahwa sukses itu adalah memiliki rumah yang megah, memiliki
gaji yang banyak, kendaraan yang keren, punya usaha dimana-mana dan macam-macam
bentuknya. Pokoknya semua kesenagan di dunia ini bisa didapatkan. Entah
bagaimana caranya. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang menghalalkan segala
cara agar bisa disebut sebagai orang yang sukses.
Dalam
Islam, sukses yang sebenarnya bukanlah tentang duniawi saja. Dalam Islam,
keberhasilan seseorang tidak diukur dari banyaknya keuntungan harta yang dia
dapatkan, atau seberapa tingginya jabatan yang dia peroleh. Tetapi, sukses yang
benar adalah :
وَمَن يُوقَ
شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka
mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS At Taghabun : 16)
Dalam
sebuah Hadist riwayat Bukhari sangat jelas dikisahkan bagaimana sikap yang
benar, yang ditunjukkan oleh orang beruntung (mendapatkan kesuksesan dunia dan
akhirat) seperti ayat ke 16 Surat At Taghabun tadi.
Ada
tiga orang dari bangsa bani israil yang masing-masing mengidap penyakit lepra
(penyakit kulit), berkepala botak dan matanya buta. Allah hendak menguji ketiga
orang ini dengan mengutus malaikat kepada mereka. Pertama, malaikat mendatangi
orang yang lepra dengan berkata, “Apakah
yang paling kamu sukai?”. Orang yang lepra itu menjawab, “Warna yang bagus, kulit yang bagus dan apa
yang menyebabkan orang-orang mengejekku ini hilang dariku”. Malaikat
kemudian mengusap orang lepra tadi sehingga hilanglah penyakit lepranya.
Kulitnya sekarang menjadi bagus dan halus. Kemudian malaikat bertanya untuk
kedua kalinya, “Harta apakah yang paling
kamu sukai?”. Orang itu menjawab, “Unta”.
Dan malaikat pun memberinya seekor unta yang besar sambil mendoakannya, “Semoga Allah memberkahimu dengan unta ini”.
Selanjutnya,
malaikat mendatangi orang yang berkepala botak. Kemudian bertanya, “Apakah sesuatu yang paling kamu sukai?”.
Orang yang botak tadi menjawab, “Rambut
yang indah dan apa yang menyebabkan orang mengejekku ini hilang”. Malaikat
kemudian mengusap orang botak tadi sehingga tumbuh rambut di kepalanya dengan
indah dan menawan. Malaikatpun bertanya untuk kedua kalinya, “Harta apakah yang paling kamu sukai?”.
Orang itu menjawab, “Sapi”. Dan
malaikat pun memberinya seekor sapi yang besar sambil mendoakannya, “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini”.
Terakhir,
malaikat mendatangi orang yang matanya buta. Kemudian bertanya dengan
pertanyaan yang sama seperti kedua orang tadi, “Apakah sesuatu yang paling kamu sukai?”. Orang buta itu menjawab, “Allah mengembalikan penglihatanku sehingga
aku bisa melihat orang-orang”. Malaikat pun mengusapnya dan seketika itu
matanya terbuka dan ia bisa melihat. Kemudian malaikat bertanya untuk kedua
kalinya, “Lalu harta apakah yang paling
kamu sukai?”. Ia menjawab, “Domba”.
Malaikat pun memberinya seekor domba yang sedang melahirkan.
Malaikat
menguji ketiga orang tadi dengan perlakuan yang sama. Mengabulkan permintaannya
dan memberi harta yang disukainya. Setelah beberapa lama kemudian, seorang dari
mereka memiliki satu bukit unta, seorang lainnya memiliki satu bukit sapi dan
seorang lagi memiliki satu bukit domba.
Setelah
mereka berhasil dengan usahanya masing-masing, malaikat penguji tadi kembali
mendatangi orang yang asalnya terkena penyakit lepra, dengan wujud seorang
laki-laki yang sedang mengidap lepra. Malaikat itu berkata, “Aku adalah orang yang miskin, bekalku habis
di tengah perjalanan. Hari ini tidak ada lagi yang bisa ku minta pertolongan,
kecuali kepada Allah lalu kepada dirimu. Aku minta kepadamu demi (Allah) Dzat
yang telah memberimu warna yang indah, kulit yang indah dan harta. Akui minta
satu unta saja cukup untuk melanjutkan perjalananku”. Ia keberatan dengan
permintaan malaikat tadi, “Tapi
kebutuhanku banyak sekali”. Malaikat melanjutkan perkataanya, “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah kamu
dulu juga mengidap penyakit lepra sepertiku ini, sehingga sering diejek orang
dan kamu juga dulunya miskin? Kemudian Allah menganugerahimu harta sampai kamu
kaya seperti ini?”. Tetapi ia mengatakan kepada malaikat, “Ini semua adalah warisan dari orang tuaku”.
Malaikat pun berlalu sambil berkata kepadanya, “Jika kamu berbohong, semoga Allah mengembalikanmu seperti semula”.
Kemudian,
malaikat mendatangi orang yang semula berkepala botak. Malaikat bertanya dengan
pertanyaan yang sama dan berperilaku sebagai seorang yang kepalanya botak.
Jawaban dari orang yang semula botak ini pun sama dengan jawaban orang yang
semula mengidap lepra. Malaikat pun mendoakannya dengan doa yang sama kepada orang
yang semula botak ini, “Jika kamu
berbohong, semoga Allah menjadikanmu seperti semula”.
Terakhir,
malaikat mendatangi orang yang semula matanya buta dengan bentuk seorang
laki-laki yang buta. Malaikat juga melakukan hal yang sama seperti kedua orang
yang telah didatangi sebelumnya. Namun, orang yang terakhir ini memberikan
jawaban yang berbeda. Ia mengatakan kepada malaikat, “Dahulu mataku buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku. Maka
ambilah dombaku ini sesukamu. Demi Allah hari ini aku tidak akan melarangmu mengambil
domba itu karena Allah”. Mendengar jawaban ini, malaikat berkata, “Milikilah hartamu ini. Sebenarnya kalian
telah diuji. Allah telah meridhoimu dan murka kepada dua orang sahabatmu yang
lain”.
Jika
kita perhatikan, orang yang semula buta ini telah berhasil lulus ujian dari
Allah. Mereka semula sama-sama miskin dan penyakitan. Kemudian, semua Allah
beri kesembuhan dan menjadi orang yang kaya raya. Tetapi akhir kisah yang
berbeda dari ketiga orang tadi. Hanya seorang yang lulus berhak mendapatkan
ridho Allah SWT sebagai tiket untuk masuk ke surganya Allah di akhirat nanti.
Inilah arti kesuksesan yang sesungguhnya. Sukses yang selama-lamanya dan tidak
akan pernah habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar