Beranda

Kamis, 25 April 2019

Berbaktilah kepada Orang Tua


Berbaktilah kepada Orang Tua
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS Al Isra : 23)
Mendurhakai orang tua artinya adalah bermaksiat, menyelisihi dan tidak melaksanakan hak-hak yang seharusnya dilaksanakan. Dan di antara bentuk kedurhakaan kepada orang tua adalah : Anak menatap wajah ayahnya dengan pandangan sinis dan marah, Anak memandang dirinya sama (setara) dengan ayah, Anak tidak mau mencium tangan dan memuliakannya, Anak terlena dengan derajat/pangkat/kedudukan dirinya, sehingga ia malu untuk mengenalkan nama orang tuanya. Apalagi anaknya menjabat sebagai ketua atau pengurus pada lembaga/organisasi yang besar. Anak tidak mau menafkahi orang tuanya yang miskin, sehingga ia memperkarakannya ke pengadilan di hadapan hakim agar ia mau memberi nafkah kepada orang tuanya. Dan kedurhakaan yang paling besar adalah seorang anak mengucapkan "ah". Artinya membentak, mencerca dan meninggikan suara di hadapannya. Juga menyakitinya dengan kata-kata kasar dan mengejek pribadinya.
Itulah sebabnya Rasulullah mengingatkan agar jangan pernah durhaka kepada orang tua. Beliau menjelaskan betapa besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Amalnya akan sia-sia. dan mendapat ancaman di dunia maupun di akhirat.
Imam Ahmad, Nasa'i, Al Bazzar dan Al Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Tiga golongan manusia yang Allah haramkan surga atas mereka: pemabuk, orang yang durhaka kepada kedua orang tua dan orang hina yang menempatkan keburukan pada keluarganya."
Diriwayatkan dari Al Ashbahani dan selainnya dari Abu Al Abbas Al Asham dari Al Awwam bin Hausyab, ia berkata,
Pada suatu hari, aku singgah di perkampungan dan di sampingnya ada tanah pemakaman. Selepas asar, tiba-tiba keluarlah dari salah satu kuburan tersebut seorang yang kepalanya keledai. Dan tubuhnya manusia. Manusia keledai itu berteriak tiga kali, kemudian kuburan itu tertutup kembali.
Tiba-tiba ada seorang nenek yang memintal bulu (membuat benang). Seorang wanita berkata, "Apakah anda melihat nenek tadi?". Aku bertanya, "Mengapa dengan dia?". Wanita itu menjawab, "Nenek itu adalah ibunya orang ini (manusia keledai tadi)". Aku pun bertanya, "Bagaimana itu bisa terjadi?". Ia menjawab, "Orang itu adalah peminum khamr. Saat ia berhenti minum, ibunya menasehati "Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah. Sampai kapan engkau akan minum khamr?". Anaknya menjawab, "Tidak ada yang engkau kerjakan kecuali berceloteh seperti keledai yang meringkik".
Setelah itu, kemudian ia meninggal di waktu setelah asar. Setiap hari kuburan itu terbuka dan ia berteriak tiga kali kemudian tertutup lagi." Naudzubillahi min dzalik.
Inilah dasar-dasar akhlak yang harus dibiasakan kepada anak-anak. Sejak kecil harus dituntun untuk menghormati kedua orang tuanya agar saat besar nanti, ia akan terbiasa melakukan kebaikan dan memahami hak kedua orang tuanya.
Jika sejak kecil ia patuh kepada orang tua sesuai dengan ajaran Islam, maka memenuhi hak-hak yang lain terhadap sanak keluarga, tetangga, para guru dan teman akan lebih baik. Karena keutamaan berbakti kepada kedua orang tua merupakan sumber kebaikan sosial seluruhnya. Seorang anak yang mudah berbuat baik kepada orang tuanya, akan mudah pula terdidik untuk menghormati keluarga, tetangga, guru dan teman-temannya serta kepada orang yang lebih dewasa darinya. Bahkan kepada manusia seluruhnya.
Saking pentingnya perkara berbakti kepada orang tua ini, Allah menempatkan kewajiban berbuat baik kepada orang tua ini setelah kewajiban beribadah kepada Allah.
لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS Al Baqarah : 83)
Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim wajib hukumnya untuk berbakti kepada orang tua. Karena berbakti kepada orang tua ini merupakan pondasi utama dari semua bentuk ketaatan.
Sekarang, marilah kita perhatikan beberapa petunjuk yang telah ditulis oleh ulama pendahulu kita, sebagai pedoman dalam berperilaku kepada kedua orang tua:
        Mentaati segala perintah orang tua, kecuali jika menyuruh untuk bermaksiat
        Mencium tangannya saat pagi dan sore, juga pada kesempatan tertentu seperti ketika bertemu di jalan
        Jika orang tua memanggil, segera memenuhi panggilannya dan melaksanakan perintahnya
        Tidak mencela orang tua ketika mereka mengerjakan sesuatu yang kurang memuaskan atau tidak kita senangi
        Tidak mentertawakan kesalahannya, kecuali saat kesempatan tertentu yang tidak menyebabkan sakit hati seperti misalnya ketika bercanda bersama
        Tidak memanggil orang tua dengan namanya langsung. Panggillah dengan sebutan yang memuliakan seperti Ayah-Bunda, Bapak-Ibu, Abi-Umi, Mama-Papa atau yang lainnya. Sesuai dengan bahasa sopan yang berlaku di daerahnya.
        Jika orang tuanya telah meninggal, selalu mendoakannya seperti perintah Allah dalam Al Qur'an
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS Al Isra' : 24)
Begitulah adab-adab yang telah di jelaskan oleh Ulama pendahulu kita agar kita sebagai generasi penerus Islam selalu menjaga akhlak dan perilaku kita. Lebih-lebih kepada orang tua yang telah mengasuh kita sejak kecil. Karena Akhlak yang baik merupakan keindahan yang tiada tara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NINGKATAKEN AMAL ING WULAN SYA'BAN

  NINGKATAKEN AMAL ING WULAN SYA'BAN إنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْ...